TOTAL KORBAN SRIWIJAYA AIR

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi 4 korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Kamis (21/1/2021). “Tim berhasil mengidentifikasi 4 korban pada hari ini, sehingga korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 47,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (21/1/2021).

Dari 47 korban yang telah teridentifikasi, 35 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada 39 ahli waris korban. "Dari 43 jenazah yang sudah teridentifikasi sampai pada tanggal 20 (Januari) kemarin, Jasa Raharja telah menyelesaikan atau menyerahkan santunan kepada 39 ahli waris korban," kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo sebagaimana dilaporkan Kompas TV.

Berikut daftar korban Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi:

 

·        Okky Bisma (30), pramugara Sriwijaya Air, teridentifikasi 11 Januari 2021

·        Fadly Satrianto (38), co-pilot NAM , teridentifikasi 12 Januari 2021

·        Khasanah (50), teridentifikasi 12 Januari 2021

·        Asy Habul Yamin (36), teridentifikasi 12 Januari 2021

·        Indah Halimah Putri (26), teridentifikasi 13 Januari 2021

·        Agus Minarni (47), teridentifikasi 13 Januari 2021

·        Ricko Mahulette (32), teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Ihsan Adhlan Hakim (33), teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Supianto (37), teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Pipit Supiyono (23), teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Mia Tresetyani (23), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Yohanes Suherdi (37), teridentifikasi 14 Januari 2021

·        Toni Ismail (59), teridentifikasi 15 Januari 2021

·        Dinda Amelia (15), teridentifikasi 15 Januari 2021

·        Isti Yudha Prastika (34), teridentifikasi 15 Januari 2021

·        Putri Wahyuni (25), teridentifikasi 15 Januari 2021

·        Rahmawati (59), teridentifikasi 15 Januari 2021

·        Arneta Fauziah, teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Arifin Ilyas (26), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Makrufatul Yeti Srianingsih (30), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Beben Sopian (58), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Nelly (49), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Rizky Wahyudi (26), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Rosi Wahyuni (51), teridentifikasi 16 Januari 2021

·        Fao Nuntius Zai, bayi berumur 11 bulan, teridentifikasi 17 Januari 2021

·        Yuni Dwi Saputri (34), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 17 Januari 2021

·        Iu Iskandar (52), teridentifikasi 17 Januari 2021

·        Oke Dhurrotul Jannah (24), pramugari NAM Air, teridentifikasi 17 Januari 2021

·        Satu korban tidak disebutkan namanya, teridentifikasi 17 Januari 2021

·        Didik Gunardi (49), pramugara NAM Air, teridentifikasi 18 Januari 2021

·        Athar Rizki Riawan (8), teridentifikasi 18 Januari 2021

·        Gita Lestari (36), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 18 Januari 2021

·        Fathima Ashalina (2), teridentifikasi 18 Januari 2021

·        Rahmania Ekananda (39), teridentifikasi 18 Januari 2021

·        Kolisun (37), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Grislend Gloria Natalies (28), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Faisal Rahman (30), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Andi Syifa Kamila (26), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Shinta (23), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Mulyadi (39), teridentifikasi 19 Januari 2021

·        Yulian Andhika, teridentifikasi 20 Januari 2021

·        Ratih Windania, teridentifikasi 20 Januari 2021

·        Teofilius Ura, teridentifikasi 20 Januari 2021

·        Sevia Daro (24), teridentifikasi 21 Januari 2021

·        Angga Fernanda Afrion (27), teridentifikasi 21 Januari 2021

·        Rion Yogatama (29), teridentifikasi 21 Januari 2021

·        Rusni (44), teridentifikasi 21 Januari 2021

 

 

 

Belajar sambil Bermain


            Belajar sambil bermain bukan hal yang baru lagi ditelinga kita. Di golongan pelajar, mahasiswa, guru bahkan dosen. Tetapibelajar sambil bermain sangat jarang di terapkan di SD, SMP, SMA dan di kampus. Disini penulis akan menjelaskan betapa pentingnyadan beberapa manfaat dari sistem belajar sambil bermain ini.

            Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slamto 2003 : 2). Sedangkan bermain adalah melakukan sesuatu dengan alat untuk bersenang-senang (KBBI).

           Belajar sambil bermain disebut sebagai metode pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran adalah salah satu dari beberapa unsur terciptanya efektivitas pendidikan dan pelatihan (Diklat). Belajar sambil bermain biasanya digunakan sebagai pelengkap penerapan strategi-strategi atau jenis-jenis pengajaran lain. Coleman (1967) mengambarkan beberapa manfaat belajar sambil bermain. Pertama-tama yang harus diingat oleh anak didik yang ingin memainkan permainan dengan baik ialah mempelajari permainan itu dengan sungguh-sungguh guna menambah kemungkinan untuk meraih sukses. Kedua, suatu permainan sering memperlihatkan penampilan yang sederhana dalam situasi kehidupan nyata yang kompleks; ia merupakan ringkasan unsur-unsur pilihan dari kehidupan nyata dan oleh kerana itu memungkinkan pelajar menjalankan unsur-unsur pilihan ini satu-persatuan dengan mahir. Ketiga, suatu permainan mencakup partisipasi aktif dan oleh karena itu ia mungkin lebih efisien daripada pengajaran yang diterima secara pasif.

TOTAL KORBAN SRIWIJAYA AIR

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi 4 korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Kamis (21/1/...